Tuesday, April 22, 2014
ILMU BAHASA (LINGUISTIC SCIENCE)
Linguistik (IPA: /liŋ'gwistika/) adalah ilmu bahasa. Bergantung pada sudut pandang dan pendekatan seorang peneliti, linguistika seringkali digolongkan ke dalam ilmu kognitif, psikologi, dan antropologi.
Ada tiga aspek luas penelitian, yang meliputi bentuk bahasa, makna bahasa, dan bahasa dalam konteks.[1] awal kegiatan yang dikenal dalam deskripsi bahasa telah dikaitkan dengan Pāṇini sekitar 500 SM, dengan analisisnya dari bahasa Sansekerta di Ashtadhyayi.[2]
Bahasa dapat dipahami sebagai suatu interaksi suara dan makna.[3] Disiplin yang mempelajari suara linguistik disebut sebagai fonetik, yang berkaitan dengan sifat sebenarnya dari suara pidato dan suara non pidato, dan bagaimana mereka diproduksi dan dirasakan. Studi tentang makna bahasa, di sisi lain, ini berkaitan dengan bagaimana bahasa menggunakan logika dan referensi dunia nyata untuk menyampaikan, proses, dan menetapkan makna, serta untuk mengelola dan menyelesaikan ambiguitas. Hal ini pada gilirannya mencakup studi semantik (bagaimana makna disimpulkan dari kata-kata dan konsep) dan pragmatik (bagaimana makna disimpulkan dari konteks).[4]
Ada sistem aturan (dikenal sebagai tata bahasa) yang mengatur komunikasi antara anggota suatu masyarakat tutur tertentu. Grammar dipengaruhi oleh suara dan makna, dan termasuk morfologi (pembentukan dan komposisi kata-kata), sintaks (pembentukan dan komposisi frasa dan kalimat dari kata-kata ini), dan fonologi (sistem suara).[5] Melalui korpus linguistik, potongan besar teks dapat dianalisis untuk kemungkinan kejadian bentuk linguistik tertentu, dan pola gaya dalam wacana tertulis atau lisan.
PENGERTIAN LINGUISTIK
Ø Kajian tentang bahasa manusia.
Ø Kajian tentang bahasa manusia itu dilakukan dengan cara ilmiah.
Ø Hipotesis, pemerhatian, penelitian dan penganalisisan dibuat secara empiris dan terkawal.
Ø Berteraskan apa-apa yang dapat dilihat, mengetepikan andaian yang bersifat mujarad.
Ø Bersifat objektif, dan hasilnya dapat diuji kesahan dan keboleh percayaannya.
Ø Struktur bahasa, penguasaan bahasa dan hubungan bahasa dengan bentuk komunikasi lain.
Ø Ujaran manusia yang meliputi kesatuan bahasa, hakikat bahasa, struktur bahasa, dan perubahan bahasa
LINGUISTIK: PENGERTIAN LUAS
> Segala yang membicarakan soal bahasa.
> Tidak mengambil kira pendekatan yang digunakan dan tujuannya.
> Termasuk juga linguistik terapan, dan
> Hasil kerja penelitian dan hasil teoritis.
LINGUISTIK: PENGERTIAN SEMPIT
* Hasil penelitian dan teoritis.
* Kajian tentang subsistem bahasa (leksikon, gramatikal, dan fonologi).
* Termasuk semantik dan pragmatik (hubungan struktur bahasa dan sistem dengan konteksnya).
Linguistik merupakan ilmu yang memperlakukan bahasa sebagai bahasa
Contoh:
a. Ilmu fisika objeknya peristiwa alam
b. Ilmu pengobatan/kedokteran objeknya berbagai penyakit dan cara pengobatan
Linguistik berasal daripada bahasa Latin lingua yang berarti bahasa. Terdapat tiga istilah penting dalam konteks ini, yaitu:
Langue bahasa tertentu seperti bahasa Melayu, bahasa
Hindi, bahasa Arab…
Langage bahasa secara umum, dan bersifat mujarad.
manusia ada bahasa, binatang tidak.
Parole bahasa dalam kewujudan yang nyata, yang berupa
ujaran.
Selain linguistik, terdapat juga ilmu lain yang menjadikan bahasa
sebagai objek kajian.
1. Kesusasteraan wadah seni, pengungkapan karya seni, penciptaan keindahan.
2. Sosiologi alat interaksi sosial dalam masyarakat.
3. Psikologi gejala kejiwaan.
4. Fisika, phenomena alam
Bahasa sebagai sistem bukan sahaja bersifat sistematik tetapi juga bersifat sistemis.Sistemis bermaksud bahasa terdiri daripada subsistem seperti fonologi, morfologi, sintaksis dan semantic Dalam BM, kata linguistik bukan sahaja bermaksud ilmu tentang bahasa, tetapi juga bermaksud bahasa itu sendiri.
RUMUSAN PENGERTIAN LINGUISTIK
* Ilmu pengetahuan yang objeknya bahasa lisan dan tulisan.
* Mempunyai ciri: sistematik, rasional, empiris, pemerian struktur, pembahagian dan aturan bahasa.
* Ciri tersebutlah yang dikatakan ilmiah.
* Linguistik ialah kajian bahasa secara ilmiah.
* Linguistik dapat dianggap sebagai sains.
* Sains ialah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berteraskan pengamatan, kajian dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip tentang perkara yang dikaji.
TEORI LINGUISTIK
Teori digunakan dalam lima dimensi, iaitu:
1. Struktur yang terjadi daripada konsep yang bertalian. Semuanya tertumpu pada pengamatan dan andaian dalam ilmu yang berkaitan.
2. Proses penyelidikan yang berasaskan logika, bukannya eksperimen.
3. Prinsip yang berkait dengan praktis ilmiah dalam menemukan kebenaran ilmu.
4. Perangkap kaedah atau prinsip untuk pengkajian masalah ilmiah dalam dunia kecendekiaan.
5. Gagasan, penjelasan atau pemikiran tentang sebab terjadinya sesuatu fenomena
TEORI LINGUISTIK
Teori linguistik ialah subdisiplin linguistik yang membahas bahasa dan ilmu bahasa dari sudut pandangan teori tertentu. Contohnya:
1. Teori Tradisional
2. Teori Struktural
3. Teori Transformasional
4. Teori Tagmemik
1. Teori linguistik dikenali sebagai Induk Linguistik kerana melaluinya terpancar wawasan liku-liku bahasa yang digunakan dalam linguistik terapan.
2. Teori linguistik amat bermanfaat untuk membuat deskripsi, klasifikasi dan penjelasan terhadap peristiwa bahasa dini dan kini.
3. Teori linguistik juga merangkumi fakta di luar data yang dikaji. Oleh itu, istilah generatif yang bermaksud jangkauan ramalan masa hadapan sering digunakan.
4. Terdapat dua kategori teori linguistik, iaitu Teori kurang mujarad
(low level theory) dan Teori Mujarad (high level theory).
CIRI KEILMUAN LINGUISTIK
* Rapi, teratur baik dan tertib.
* Mantap, tidak berobah dan stabil.
* Ekonomis, jimat, tidak mubazir dan tidak berlebihan.
* Mudah, tidak sukar, gampang, dan senang.
* Tuntas dan berguna berasaskan teori yang tersusun.
* Eksplisit, tiada makna ganda, disusun dan dirumuskan secara tuntas.
* Sistematik, berperaturan, berpola dan generalisasi utuh, kesatuan tunggal dan senada.
* Objektif, pemerian sifat, hakikat, keadaan seadanya, kewujudan hakiki bebas daripada pertimbangan peribadi.
LINGUISTIK SEBAGAI ILMU
Pengetahuan dapat dianggap ilmu jika memenuhi kriteria berikut:
a. Pengetahuan itu mestilah teratur dan sistematik.
b. Pengetahuan itu bersifat progresif, dan semakin tinggi kualitinya.
c. Pengetahuan itu mempunyai autonomi, iaitu bersifat bebas.
d. Pengetahuan itu mempunyai objek.
Berasaskan kriteria itu, linguistik dapat dianggap sebagai ilmu pengetahuan, dan satu disiplin yang berautonomi, serta mempunyai objek. Objek linguistik ialah bahasa manusia.
TAHAP PERKEMBANGAN LINGUISTIK
* Tahap spekulasi: Kesimpulan dibuat tanpa bukti empiris dan tatacara tertentu. Contoh – asal kejadian bumi dan bahasa…
* Tahap pemerhatian dan klasifikasi: Penggolongan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa teori tertentu.
* Tahap perumusan teori: Pemahaman masalah dasar/persoalan berasaskan data, dirumuskan hipotesis dan tatacara pengujian hipotesis.
* Linguistik yang mengalami ketiga-tiga tahap itu dianggap ilmiah.
* Linguistik mementingkan data empiris dalam penelitiannya. Data boleh dianalisis dengan cara induktif atau deduktif.
* Linguistik berusaha menemukan pendekatan dan kaedah hakiki bahasa yang diteliti. Oleh itu, linguistik dikenali sebagai ilmu nomotetik, dan tidak terhenti pada satu titik kesimpulan.
ILMU PENGETAHUAN ALAM (NATURAL SCIENCE)
Ilmu alam (bahasa Inggris: natural science; atau ilmu pengetahuan alam) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.[1]
Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11)
Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.
Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik & nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni.
Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam, akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah, berbeda dengan filsafat alam. Di sekolah, ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA).
Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti[2].
Di samping penggunaan secara tradisional di atas, saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. Dari sudut ini, "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi, terlibat dalam proses-proses biologis, dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta).
Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisika) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.
IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).
IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen.
Subscribe to:
Posts (Atom)



