Sunday, May 18, 2014

KULINER KHAS KALIMANTAN SELATAN

1. Amparan Tatak

Ini adalah my favorite cake,.. Rasanya manis dan ketika dikunyah tepung berasnya nendang banget di lidah. Hehe.. Kalo Anda sempat berkunjung ke Banjarmasin, jangan lupa dengan Si Putih ini yaa.. Tapi, ga tau mesti nyari ke mana kalo di luar Ramadhan. Oh ya, untuk kisaran harga Rp 7.000,- perpotong.

2. Cincin

Kenapa disebut cincin? Yup, karena wadai bundar ini punya 4 lubang di permukaan sisinya. Warnanya biasanya coklat, campuran dari gula habang (red.gula aren) dan tepung sagu. Rasanya, hmmm… Manis sesuai dengan warnya. Anak kecil biasanya suka sama kue imut ini. Harganya? Ya, kecil lah.. Paling seribu rupiah buat mencicipi satu aja.

3. Bingka

Nah, ini nih primadonanya Banjar. Ga usah ditanya lagi dah. Ada yang dimasak dengan dipanggang, jadinya bingka panggang. Kalo dikukus, jadinya bingka berandam (red. menyelam). Favorit saya Si Manis Bingka Kentang. Harganya lumayan lah. Rp 40.000,00 seloyang (udah yang paling mahal).

4. Lupis

Wadai hijau ini terbuat dari ketan. Biasanya dimakan dengan parutan kelapa muda dan siraman gula habang. Orang Banjar memang suka sekali dengan gula Habang (gula aren).Lupis ini pas sekali dimakan saat berbuka puasa. Sambil ditemani secangkir the hangat, maknyoss..

5. Putri Selat

Saya agak lupa lapisannya terbuat dari apa saja. Yang penting kue putri selat terdiri dari 3 lapisan warna, hijau, cokelat dan putih, mungkin karena itulah disebut selat. Ada lapisan dari ketan dan tepung beras. Dijual sama seperti amparan tatak, perpotong. Rasanya, sudah saya bilang dari awal, pasti manis :)

6. Kakicak

Wadai dari gumbili (singkong) ini bentuknya memang kecil, tapi..hmmm.. Gumbili parut yang sudah dikukus kemudian dibentuk bulatan2 kecil lalu dibalur dengan kelapa muda dan air gula habang. Tepat sebagai teman Anda menikmati sore di beranda rumah sambil membaca buku.

7. Lempeng

Kue tradisional Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak ragamnya. Kue seperti bingka, amparan tatak, kararaban, patah dan kakicak akan banyak dijumpai saat bulan Ramadhan ini. Nah, ada satu kue yang tak kalah terkenalnya.
Apakah itu? Kue ini namanya lempeng. Penganan asli dari resep leluhur ini sudah mulai jarang ditemukan. Mungkin hanya kalangan tua yang kenal.

8. Pais

Kue Pais Pisang juga dikenal dengan nama Nagasari atau Nogosari di jawa. Resepnya ada yang pakai tepung sagu dan tepung beras, ada juga yang pake tepung beras aja.

KULINER KHAS KALIMANTAN TENGAH

1.  Juhu Singkah / Umbut Rotan
Umbut Rotan (rotan muda) adalah salah satu makanan khas yang dimiliki oleh Suku Dayak, terutama dari Kalimantan Tengah. Dalam bahasa Dayak Maanyan, umbut rotan dikenal dengan uwut nang'e. Sedangkan dalam bahasa Dayak Ngaju dikenal dengan juhu singkah. Umbut rotan ini dikenal masyarakat dayak karena mudah diperoleh didalam hutan tanpa perlu menanamnya terlebih dahulu. Cara pengolahannya yaitu pertama rotan muda dibersihkan kemudian kulitnya dibuang dan dipotong dalam ukuran kecil. Umbut rotan seringkali dimasak bersama dengan ikan baung dan terong asam. Umbut Rotan memiliki rasa gurih, asam, dan kepahit-pahitan yang bercampur dengan rasa manis dari daging ikan sehingga membuat umbut rotan memiliki citarasa tersendiri.


2.  Kalumpe / Karuang
Kalumpe / karuang adalah sayuran yang dibuat dari daun singkong yang ditumbuk halus. Kalumpe merupakan bahasa Dayak Maanyan dan karuang sebutan sayur ini dalam bahasa Dayak Ngaju. Dalam pembuatannya, biasanya daun singkong ditumbuk halus dan dicampur dengan terong kecil atau terong pipit. bumbu untuk masakan ini adalah bawang merah, bawang putih, serai dan lengkuas yang dihaluskan. Apabila ingin bisa ditambahkan cabe. Kalumpe terasa sangat enak apabila sedang panas. Masakan ini biasa disajikan bersama dengan sambal terasi yang pedas dan ikan asin.


3. Wadi

Wadi adalah makanan berbahan dasar ikan atau menggunakan daging babi. Wadi bisa dibilang adalah makanan yang "dibusukan". Namun pembusukan ini tidak dibiarkan begitu saja, sebelum disimpan, ikan atau daging akan dilmuri dengan bumbu yang terbuat dari beras ketan putih atau bisa juga biji jagung yang di-sangrai sampai kecoklatan kemudian di tumbuk manual atau di blender. Dalam bahasa Dayak Maanyan bumbu ini disebut dengan Sa'mu dan dalam bahasa Dayak Ngaju disebut dengan Kenta. Pembuatannya yaitu ikan atau daging yang hendak diolah dibersihkan terlebih dahulu, kemudian direndam selama 5-10 jam dalam air garam. Kemudian daging atau ikan diangkat dan dibiarkan mengering. Setelah cukup kering ikan atau daging dicampur dengan Sa'mu sampai merata. Kemudian daging disimpan dalam kotak kaca, stoples, atau plastik kedap udara yang ditutup rapat-rapat. Simpan kurang lebih selama 3-5 hari. Untuk daging disarankan simpan lebih dari 1 minggu. Setelah selesao, wadi tidak bisa langsung dimakan tapi harus diolah kembali antara lain dengan cara digoreng atau dimasak. Walau pembuatannya terlihat mudah, tetapi apabila terjadi kesalahan sedikit saja dalam memasukan bumbu serta perendaman maka akan membuat wadi menjadi tidak enak bahkan tidak bisa dimakan. Oleh karena itu ada orang-orang tertentu yang memilki keahlian untuk membuat wadi yang enak.

4. Bangamat / Paing
Bangamat dalam bahasa Dayak Ngaju atau paing dalam bahasa Dayak Maanyan adalah masakan khas yang dibuat dari kelelawar besar / kalong (Pteropus vampyrus). Untuk konsumsi, kelelawar dengan jenis pemakan buah terbesar. Untuk kelelawar jenis pemakan serangga dan penghisap darah tidak digunakan dan tidak dikonsumsi untuk membuat makanan ini. Walaupun paing dikenal dan dikonsumsi di beberapa daerah, tetapi orang Dayak mempunyai ciri khas dalam pembuatannya. Paing yang akan dimasak dibersihkan dengan membuang kuku, bulu kasar ditekuk dan punggung, serta ususnya. Sementara sayap, bulu dan dagingnya dimasak. Untuk orang Dayak Ngaju paing dimasak dengan bumbu yang lebih banyak. Sedangkan untuk Dayak Maanyan, paing dimasak dengan bumbu yaitu serai dan daun pikauk (daun yang memiliki rasa asam). Paing sering dimasak bersama sayur hati batang pisang yang dipotong-potong, biasanya adalah pisang kipas. Serta juga bisa dimasak bersama dengan sulur keladi yang dipotong-potong.